JAKARTA – Rencana implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah kini tengah diwarnai polemik yang cukup pelik, terutama menyusul adanya wacana pelibatan industri produk susu formula sebagai salah satu komponen pemenuhan gizi. Rencana teknis ini langsung mendapat penolakan dan kritik tajam dari berbagai kelompok advokasi kesehatan ibu dan anak, serta para pakar nutrisi independen.
Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa distribusi susu formula secara massal dan terstruktur melalui program negara dapat mendisrupsi keberhasilan kampanye pemberian ASI eksklusif yang selama ini susah payah dibangun. Selain itu, langkah ini dinilai berpotensi kuat melanggar Kode Etik Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI yang melarang promosi susu formula kepada ibu yang memiliki bayi di bawah usia dua tahun.
Pihak asosiasi kesehatan mendesak pemerintah untuk segera meninjau ulang rancangan menu MBG. Mereka merekomendasikan agar anggaran negara difokuskan sepenuhnya pada pengadaan bahan pangan lokal segar, kaya protein hewani dan nabati yang terjangkau, serta memberdayakan petani dan peternak domestik, alih-alih bergantung pada produk susu ultra-proses dari pabrikan besar.